Bismillahirrohmanir rohim,
DAUROH NASIONAL BERSAMA ULAMA BESAR NEGERI YAMAN
ASY-SYAIKH ABU ABDISSALAM HASAN BIN QOSIM AR-ROIMY
Ulama ahli hadits penulis kitab Irsyadul Bariyyah, murid senior 4 imam: Syaikh Al Albany, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syaikh Muqbil, Syaikh Robi’
ASY-SYAIKH AL WALID ABU IBROHIM MUHAMMAD BIN MANI’
Ulama senior teman seperjuangan Syaikh Muqbil, pendiri dakwah di ibukota Shon’a Yaman
Tema:
SABAR DAN KOKOH MENITI JEJAK SALAFUS SHOLIH
Waktu Insya Allah:
Sabtu-Senin, 25-27 Rajab 1430 H (18-20 Juli 2009)
Tempat:
Masjid Agung Baiturrohman
Ngawi, Jawa Timur, Indonesia.
Kontak Informasi:
Sumatera:
Ustadz Habibi Aceh (081 317 508 965)
Jawa:
Ustadz Nafil Kebumen (081 542 981 924)
Ustadz Fajar Kendal (081 228 258 032)
Ustadz Imam Hanafi Lamongan (081 231 687 923)
Kalimantan:
Ustadz Abdul Wahab (081 346 309 339)
Sulawesi:
Ustadz Asnur Kendari (081 548 766 203)
Ambon:
Ustadz Abu Usamah Ambon (081 247 092 245)
Malaysia:
Ustadz Fauzi (+60167490493)
KONTAK PANITIA Penyelenggara:
Ma’had Ittiba’ussunnah
Telp.(0251) 746422 - 7775858
HP.08155 142 969
Bekerjasama dengan PEMKAB NGAWI.
Sumber: Pamflet Dauroh.
(Insya Allah akan disiarkan LIVE secara online melalui paltalk room Islam dan streaming radio Syiar Sunnah http://radio. darussunnah. or.id)
Minggu, 2009 Juli 05
Minggu, 2009 Maret 15
KISAH PENJUAL DAN PEMBELI TANAH
KISAH PENJUAL DAN PEMBELI TANAH
Abu Huroiroh mengisahkan, ada seorang laki-laki membeli sebidang tanah kepada orang lain. Kemudian si pembeli tanah menemukan sebuah tempayan di dalam tanah yang dibelinya. Di dalam tempayan itu ada emasnya! Berkatalah si pembeli tanah kepada penjual tanah, “Ambillah emasmu! Karena saya hanya membeli tanah padamu bukan membeli emas.”
“Saya menjual tanah dan segala yang ada di dalamnya,”sahut si penjual tanah kepada pembeli.
Akhirnya mereka mengadu pada seorang laki-laki (agar menjadi hakim), supaya ia mengadili perkara itu. Sang hakim berujar, “Apakah kalian berdua mempunyai anak?” salah satu dari mereka berdua menjawab, “SAya mempunyai anak laki-laki” Salah satunya menjawab, “Saya mempunyai anak gadis”
“Nikahkan anak laki-laki dan anak gadis kalian itu!Lalu nafkahi keduanya dengan harta emas tersebut dan gunakan pula harta itu untuk bersedekah,”kata sang hakim.
Sumber : HR.Bukhori No.3285, Muslim No.1721, Riyadhus Shalihin No.1826
Abu Huroiroh mengisahkan, ada seorang laki-laki membeli sebidang tanah kepada orang lain. Kemudian si pembeli tanah menemukan sebuah tempayan di dalam tanah yang dibelinya. Di dalam tempayan itu ada emasnya! Berkatalah si pembeli tanah kepada penjual tanah, “Ambillah emasmu! Karena saya hanya membeli tanah padamu bukan membeli emas.”
“Saya menjual tanah dan segala yang ada di dalamnya,”sahut si penjual tanah kepada pembeli.
Akhirnya mereka mengadu pada seorang laki-laki (agar menjadi hakim), supaya ia mengadili perkara itu. Sang hakim berujar, “Apakah kalian berdua mempunyai anak?” salah satu dari mereka berdua menjawab, “SAya mempunyai anak laki-laki” Salah satunya menjawab, “Saya mempunyai anak gadis”
“Nikahkan anak laki-laki dan anak gadis kalian itu!Lalu nafkahi keduanya dengan harta emas tersebut dan gunakan pula harta itu untuk bersedekah,”kata sang hakim.
Sumber : HR.Bukhori No.3285, Muslim No.1721, Riyadhus Shalihin No.1826
JURAIJ, AHLI IBADAH YANG SHOLIH
JURAIJ, AHLI IBADAH YANG SHOLIH
Dahulu di masa sebelum Rasulullah shollallahu’alahi wa sallam diutus, ada seorang ahli ibadah yang sholih di kalangan bani Isroil bernama Juraij. Ia memiliki sebuah rumah ibadah (shouma’ah) yang biasa dipakainya untuk beribadah.
Pada suatu hari, ibunya dating memanggil,”Ya Juraij.” Ketika itu dia sedang sholat. Maka Juraij berkata,”Ya Rabbi, ibuku atau sholatku.” Maka dia melanjutkan sholatnya, sehingga pulanglah ibunya.
Keesokan harinya ibunya dating kembali di saat juraij sedang sholat. Dan seperti sebelumnya Juraij tetap memilih sholatnya. Demikian pula ketika keeokan harinya untuk yang ketiga kalinya. Sang ibu memanggil, Juraij tidak menyambutnya lagi. Akhirnya marahlah sang ibu. Ia kemudian berdoa, “Ya Allah janganlah Engkau mewafatkannya sampai dia bertemu dengan perempuan pelacur.
Juraij memang terkenal sebagai seorang ahli ibadah di kalangan Bani Isroil. Hingga suatu saat ada seorang pelacur yang terkenal dengan kecantikannya berkata, “Jika kalian mau, aku dapat menggoda Juraij”
Maka pergilah wanita tersebut ke rumah Juraij dan merayunya. Tetapi sedikitpun Juraij tidak mau melihatnya. Maka ia berzina dengan seorang penggembala yang tidak jauh dari rumah ibadah Juraij hingga dia pun hamil.
Ketik anak yang dikndungya telah lahir, wanita pelacur tersebut berkata kepada orang-orang, “Ini adalah anak Juraij.”
Orang-orang yang mendengarnya marah, dan segera ke rumah ibadah Juraij mereka menghancurkan rumah ibadah Juraij dan memukulinya, “Kenapa kalian melakukan ha ini?” Tanya Juraij
Orang-orang menjawab, “Karena Engkau telah berzina dengan pelacur ini. Dia telah melahirkan anak darimu.”
Juraij berkata,” Mana bayi itu?” Orang – orang lantas membawa bayi tersebut kepada Juraij. “Lepaskan aku, biarkan aku sholat dulu,” pinta Juraij.
Selesai sholat Juraij mendekati bayi itu dan menekan perutya dengan jari sambil berkata, “Wahai bayi siapakah ayahmu?” Tiba-tiba bayi itu menjawab,”Fulan si penggembala.”
Setelah mendengar keterangan bayi itu orang-orang menciu dan memeluk Juraij. Mereka ingin membangun kembli rumah ibadah Juraij dari emas, aka tetapi Juraij berkata,”Tidak usah, kembalikan saja seperti semula lagi.”
Maka mereka segera membangun kembali rumah ibadah Juraij.
Sumber : Hadist Abu Huroiroh riwayat Bukhori no. 3253 dan Muslim no. 2550
Dahulu di masa sebelum Rasulullah shollallahu’alahi wa sallam diutus, ada seorang ahli ibadah yang sholih di kalangan bani Isroil bernama Juraij. Ia memiliki sebuah rumah ibadah (shouma’ah) yang biasa dipakainya untuk beribadah.
Pada suatu hari, ibunya dating memanggil,”Ya Juraij.” Ketika itu dia sedang sholat. Maka Juraij berkata,”Ya Rabbi, ibuku atau sholatku.” Maka dia melanjutkan sholatnya, sehingga pulanglah ibunya.
Keesokan harinya ibunya dating kembali di saat juraij sedang sholat. Dan seperti sebelumnya Juraij tetap memilih sholatnya. Demikian pula ketika keeokan harinya untuk yang ketiga kalinya. Sang ibu memanggil, Juraij tidak menyambutnya lagi. Akhirnya marahlah sang ibu. Ia kemudian berdoa, “Ya Allah janganlah Engkau mewafatkannya sampai dia bertemu dengan perempuan pelacur.
Juraij memang terkenal sebagai seorang ahli ibadah di kalangan Bani Isroil. Hingga suatu saat ada seorang pelacur yang terkenal dengan kecantikannya berkata, “Jika kalian mau, aku dapat menggoda Juraij”
Maka pergilah wanita tersebut ke rumah Juraij dan merayunya. Tetapi sedikitpun Juraij tidak mau melihatnya. Maka ia berzina dengan seorang penggembala yang tidak jauh dari rumah ibadah Juraij hingga dia pun hamil.
Ketik anak yang dikndungya telah lahir, wanita pelacur tersebut berkata kepada orang-orang, “Ini adalah anak Juraij.”
Orang-orang yang mendengarnya marah, dan segera ke rumah ibadah Juraij mereka menghancurkan rumah ibadah Juraij dan memukulinya, “Kenapa kalian melakukan ha ini?” Tanya Juraij
Orang-orang menjawab, “Karena Engkau telah berzina dengan pelacur ini. Dia telah melahirkan anak darimu.”
Juraij berkata,” Mana bayi itu?” Orang – orang lantas membawa bayi tersebut kepada Juraij. “Lepaskan aku, biarkan aku sholat dulu,” pinta Juraij.
Selesai sholat Juraij mendekati bayi itu dan menekan perutya dengan jari sambil berkata, “Wahai bayi siapakah ayahmu?” Tiba-tiba bayi itu menjawab,”Fulan si penggembala.”
Setelah mendengar keterangan bayi itu orang-orang menciu dan memeluk Juraij. Mereka ingin membangun kembli rumah ibadah Juraij dari emas, aka tetapi Juraij berkata,”Tidak usah, kembalikan saja seperti semula lagi.”
Maka mereka segera membangun kembali rumah ibadah Juraij.
Sumber : Hadist Abu Huroiroh riwayat Bukhori no. 3253 dan Muslim no. 2550
ONTA NABI SHOLIH ‘ALAIHISSALAM
ONTA NABI SHOLIH ‘ALAIHISSALAM
Bangsa Tsamud merupakan bangsa ‘Ad generasi kedua. Mereka memiliki peternakan dan pertanian yang amat melimpah. Mereka sanggup merubah tanah menjadi istana yang indah. Gunung-gunung batu bisa mereka jadikan gedung-gedung yang indah. Akan tetapi mereka mengingkari bahwa semua itu adalah ni’mat dari Allah. Dan mereka beribadah kepada selain Allah.
Lalu Allah mengutus seorang rosul dari saudara mereka sendiri, yaitu Nabi Sholih ‘alaihissalam. Mereka mengenali Nabi Sholih, tentang nasab dan kedudukannya. Mereka juga tahu keutamaan dan kesempurnaan Nabi Sholih ‘alaihissalam. Kejujuran dan sifat amanah beliau. Maka Nabi Sholih ‘alaihissalam menyeru kaumnya agar kembali kepada Allah dan memurnikan agama hanya untuk Allah. Dan agar meninggalkan semua yang mereka sembah selain Allah. Beliau mengingatkan kaum Tsamud akan ni’mat-ni’mat Allah akan tetapi tidak ada yang mengikutinya selain sedikit.
Pada suatu hari, ketika kaum Tsamud berkumpul di tempat pertemuan mereka datanglah Nabi Sholih ‘alaihissalam dan mengajak mereka ke jalan Allah. Ia mengingatkan, menyuruh berhti-hati, menasehati, dan menyeru kaumnya. Maka kaumnya berkata, “ Jika engkau bisa mengeluarkan seekor onta betina untuk kami dari batu besar dan keras ini, seekor onta dengan sifat-sifat demikian…..demikian…..” lalu kaum Nabi Sholih menyebutkan sifat-sifat dan tanda-tanda yang mereka inginkan
Maka berkatalah Nabi Sholih kepada mereka, “ Bagaimana menurut pendapat kalian itu, apakah kalian akan beriman dengan apa yang aku telah datang kepada kalian dan membenarkan apa yang dengannya aku diutus?” Maka mereka menjawab “Ya”
Maka Nabi Sholih mengambil dan memegang janji mereka. Setelah itu Nabi Sholih pergi ke tempat sholatnya lalu ia mengerjakan sholat. Setelah itu beliau berdoa kepada Rabbnya agar mengabulkan permintaan kaumnya. Allah perintahkan kepada bat besar dan keras tersebut agar mengeluarkan seekor onta betina yang besar sesuai dengan keinginan kaum Nabi Sholih tersebut.
Setelah onta betina itu muncul, mereka menyaksikan pemandangan yang luar biasa. Juga bukti yang sangat jelas. Akhirnya banyak diantara mereka yang beriman. Tetapi yang tidak beriman lebih banyak lagi. Mereka tetap dalam kekafiran, kesesatan, dan keingkaran mereka.
Nabi Sholih berkata, “Ini adalah onta Allah yang tidak sama dengan onta-onta yang lain. Dalam bentuk, keutamaan, serta manfaatnya bagi kalian. Onta ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah akan kejujuranku, dan luasnya rahmat Rabb kalian. Maka biarlah ia makan di bumi Allah. Allah lah yang akan memberi rizkinya. Dan kalian dapat memanfaatkannya. Kalian bisa mengambil air bergantian dengan onta ini setiap satu hari. Dan kalian juga boleh memerah susunya dan memenuhi bejana kalian” maka hal ini terus berlanjut sampai waktu yang dikehendaki Allah.
Demikianlah Nabi Sholih mengimgatkan agar kaumnya tidak mengganggu onta itu. Karena jika mereka melanggarnya Allah akan timpakan adzab yang pedih.
Pada saat itu di kota mereka ada 9 tokoh yang menjadi syaithon di tengah kaumnya. Mereka selalu menentang keras apa yang dibawa Nabi Sholih. Mereka halangi manusia dari jalan Allah. Mereka juga berbuat kerusakan di muka bumi. Nabi Sholih telah engingatkan mereka agar jangan menyembelih onta tersebut. Namun 9 tokoh itu bermusyawarah untuk menyembelih onta itu.
Bangkitlah salah seorang yang paling celaka dalam kabilah mereka. Mereka mengirimnya untuk menangkap dan menyembelih onta Nabi Sholih. Semua mendukung dan memberi semangat. Onta itu akhirnya disembelih!
Ketika Nabi Sholih melihat hal itu tahulah beliau bahwa adab pasti akan datang. Karena kejahatan mereka telah mencapai puncaknya. Tidak ada harapan untuk diperbaiki lagi. Berkatalah Nabi Sholih, “Bersenang-senanglah kalian di rumah kalian selama tiga hari. Hal itu adalah janji yang tak dapat didustakan.
Selama tiga hari, 9 tokoh jahat tadi bersepakat untuk membunuh Nabi Sholih. Mereka pun berjanji dan bersumpah akan menjaga rahasia tersebut agar tidak diketahui oleh kerabat Nabi Sholih karena kerabat Nabi Sholih adalah orang yang terpandang dan mulia di negeri itu. Mereka berkata,”Sungguh kami benar-benar akan menyerang dia dan keluarganya di malam hari dengan tiba-tiba. Kemudian jika keluarganya mengira kita yang membunuhnya kita bersumpah di hadapan mereka ,’kami tidak menyaksikan kematian keluarganya itu (Nabi Sholih) dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”
Mereka segera melaksanakan makar yang besar ini. Tetapi Allah mmbalas maker tersebut untuk menolong Nabi Sholih. Maka ketika mereka bersembunyi di balik gunung untuk menyergap Nabi Sholih, maka Allah mulai mengadzb mereka. Maa mereka menjadi orang pertama yang masuk neraka jahannam di antara kaumnya.
Allah menimpakan batu besar kapada mereka dari atas gunung. Matilah mereka dengan cara yang mengerikan.
Kemudian setelah berlalu tiga hari semenjak peristiwa ini, datanglah sebuah teriakan yang menggelegar dari atas mereka dan gempa yang dahsyat dari bawah mereka. Akhirnya matilah mereka semua. Dan Allah menyelamatkan Nabi Sholih serta orang-orang beriman yang bersama beliau.
Nabi Sholih pun meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada kalian risalah Robbku. Dan aku telah menasehati kalian. Akan tetapi kalian tidak meyukai orang-orang yang memberi nasehat.”
Sumber : Al Majmu’atul kamilah lilmuallafat juz 8, karya syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’dy hal. 340-341, Qoshoshul Anbiya’ Ibnu Katsir hal 82)
Bangsa Tsamud merupakan bangsa ‘Ad generasi kedua. Mereka memiliki peternakan dan pertanian yang amat melimpah. Mereka sanggup merubah tanah menjadi istana yang indah. Gunung-gunung batu bisa mereka jadikan gedung-gedung yang indah. Akan tetapi mereka mengingkari bahwa semua itu adalah ni’mat dari Allah. Dan mereka beribadah kepada selain Allah.
Lalu Allah mengutus seorang rosul dari saudara mereka sendiri, yaitu Nabi Sholih ‘alaihissalam. Mereka mengenali Nabi Sholih, tentang nasab dan kedudukannya. Mereka juga tahu keutamaan dan kesempurnaan Nabi Sholih ‘alaihissalam. Kejujuran dan sifat amanah beliau. Maka Nabi Sholih ‘alaihissalam menyeru kaumnya agar kembali kepada Allah dan memurnikan agama hanya untuk Allah. Dan agar meninggalkan semua yang mereka sembah selain Allah. Beliau mengingatkan kaum Tsamud akan ni’mat-ni’mat Allah akan tetapi tidak ada yang mengikutinya selain sedikit.
Pada suatu hari, ketika kaum Tsamud berkumpul di tempat pertemuan mereka datanglah Nabi Sholih ‘alaihissalam dan mengajak mereka ke jalan Allah. Ia mengingatkan, menyuruh berhti-hati, menasehati, dan menyeru kaumnya. Maka kaumnya berkata, “ Jika engkau bisa mengeluarkan seekor onta betina untuk kami dari batu besar dan keras ini, seekor onta dengan sifat-sifat demikian…..demikian…..” lalu kaum Nabi Sholih menyebutkan sifat-sifat dan tanda-tanda yang mereka inginkan
Maka berkatalah Nabi Sholih kepada mereka, “ Bagaimana menurut pendapat kalian itu, apakah kalian akan beriman dengan apa yang aku telah datang kepada kalian dan membenarkan apa yang dengannya aku diutus?” Maka mereka menjawab “Ya”
Maka Nabi Sholih mengambil dan memegang janji mereka. Setelah itu Nabi Sholih pergi ke tempat sholatnya lalu ia mengerjakan sholat. Setelah itu beliau berdoa kepada Rabbnya agar mengabulkan permintaan kaumnya. Allah perintahkan kepada bat besar dan keras tersebut agar mengeluarkan seekor onta betina yang besar sesuai dengan keinginan kaum Nabi Sholih tersebut.
Setelah onta betina itu muncul, mereka menyaksikan pemandangan yang luar biasa. Juga bukti yang sangat jelas. Akhirnya banyak diantara mereka yang beriman. Tetapi yang tidak beriman lebih banyak lagi. Mereka tetap dalam kekafiran, kesesatan, dan keingkaran mereka.
Nabi Sholih berkata, “Ini adalah onta Allah yang tidak sama dengan onta-onta yang lain. Dalam bentuk, keutamaan, serta manfaatnya bagi kalian. Onta ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah akan kejujuranku, dan luasnya rahmat Rabb kalian. Maka biarlah ia makan di bumi Allah. Allah lah yang akan memberi rizkinya. Dan kalian dapat memanfaatkannya. Kalian bisa mengambil air bergantian dengan onta ini setiap satu hari. Dan kalian juga boleh memerah susunya dan memenuhi bejana kalian” maka hal ini terus berlanjut sampai waktu yang dikehendaki Allah.
Demikianlah Nabi Sholih mengimgatkan agar kaumnya tidak mengganggu onta itu. Karena jika mereka melanggarnya Allah akan timpakan adzab yang pedih.
Pada saat itu di kota mereka ada 9 tokoh yang menjadi syaithon di tengah kaumnya. Mereka selalu menentang keras apa yang dibawa Nabi Sholih. Mereka halangi manusia dari jalan Allah. Mereka juga berbuat kerusakan di muka bumi. Nabi Sholih telah engingatkan mereka agar jangan menyembelih onta tersebut. Namun 9 tokoh itu bermusyawarah untuk menyembelih onta itu.
Bangkitlah salah seorang yang paling celaka dalam kabilah mereka. Mereka mengirimnya untuk menangkap dan menyembelih onta Nabi Sholih. Semua mendukung dan memberi semangat. Onta itu akhirnya disembelih!
Ketika Nabi Sholih melihat hal itu tahulah beliau bahwa adab pasti akan datang. Karena kejahatan mereka telah mencapai puncaknya. Tidak ada harapan untuk diperbaiki lagi. Berkatalah Nabi Sholih, “Bersenang-senanglah kalian di rumah kalian selama tiga hari. Hal itu adalah janji yang tak dapat didustakan.
Selama tiga hari, 9 tokoh jahat tadi bersepakat untuk membunuh Nabi Sholih. Mereka pun berjanji dan bersumpah akan menjaga rahasia tersebut agar tidak diketahui oleh kerabat Nabi Sholih karena kerabat Nabi Sholih adalah orang yang terpandang dan mulia di negeri itu. Mereka berkata,”Sungguh kami benar-benar akan menyerang dia dan keluarganya di malam hari dengan tiba-tiba. Kemudian jika keluarganya mengira kita yang membunuhnya kita bersumpah di hadapan mereka ,’kami tidak menyaksikan kematian keluarganya itu (Nabi Sholih) dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”
Mereka segera melaksanakan makar yang besar ini. Tetapi Allah mmbalas maker tersebut untuk menolong Nabi Sholih. Maka ketika mereka bersembunyi di balik gunung untuk menyergap Nabi Sholih, maka Allah mulai mengadzb mereka. Maa mereka menjadi orang pertama yang masuk neraka jahannam di antara kaumnya.
Allah menimpakan batu besar kapada mereka dari atas gunung. Matilah mereka dengan cara yang mengerikan.
Kemudian setelah berlalu tiga hari semenjak peristiwa ini, datanglah sebuah teriakan yang menggelegar dari atas mereka dan gempa yang dahsyat dari bawah mereka. Akhirnya matilah mereka semua. Dan Allah menyelamatkan Nabi Sholih serta orang-orang beriman yang bersama beliau.
Nabi Sholih pun meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada kalian risalah Robbku. Dan aku telah menasehati kalian. Akan tetapi kalian tidak meyukai orang-orang yang memberi nasehat.”
Sumber : Al Majmu’atul kamilah lilmuallafat juz 8, karya syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’dy hal. 340-341, Qoshoshul Anbiya’ Ibnu Katsir hal 82)
TEMBOK BESI DZULQORNAIN
TEMBOK BESI DZULQORNAIN
Dahulu hidup seorang raja yang sholeh. Namanya Dzulqornain. Allah telah memberinya kekuasaan di muka bumi. Dan Allah juga telah memberinya jalan untuk mencapai segala sesuatu. sehingga dengan semua itu banyak negeri yang ditaklukkannya.
Allah memberinya pasukan yang banyak. Bersama pasukannya itu ia menaklukkan daerah Afrika sampai pedalamannya. Hingga mencapai bagian paling barat sebuah samudra.
Dzulqornain mampu mencapai sebuah tempat saat matahari tenggelam. Di sini ia menemukan suatu bangsa, yang penduduknya sebagian muslim dan sebagian kafir. Sebagian mereka orang-orang yang baik dan sebagiannya jahat.
Setelah beberapa perjalanan ia tiba di suatu tempat yang berada di antara dua deretan gunung yang tinggi. Di tempat itu hidup sebuah bangsa yang hampir tidak mengerti suatu pembicaraan. Karena asingnya bahasa mereka, dan sulitnya mereka mengerti bahasa bangsa lain. Bangsa itu berkata, “Wahai Dzulqornain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj adalah orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi. Maka bisakah kami memberi bayaran kepadamu agar kamu membuat tembok antara kami dan mereka?”
Dzulqornain menyanggupinya. Setelah itu Dzulqornain mulai menerangkan kepada bangsa itu tentang tata cara membuat tembok serta alat-alat yang dibutuhkan Dzulqornain berkata, “Beri aku potongan – potongan besi!!” Kemudian mereka menumpuk potongan-potongan besi tersebut di antara kedua deretan gunung tersebut. Dulqornain kemudian berkata, “Tiuplah api”Hingga ketika besi itu sudah menjadi merah seperti api Dzulqornain berkata, “Beri aku tembaga mendidih agar aku tuangkan ke atas besi panas itu !” Lalu tembaga yang mendidih itu dituangkan di antara potongan-potongan besi sehingga bagian yang satu dengan yang lainnya merekat dan bersambung dengan kedua deretan itu.
Dengan demikian, Ya’juj dan Ma’juj tidak bisa mendaki tembok tersebut. Dan tidak bisa pula melubanginya. Dulqornain berkata, “Ini adalah rahmat dari Rabbku”
Maka Ya’juj dan Ma’juj yang jahat itu terkurung dalam tembok itu sampai suatu waktu yang telah ditentukan oleh Allah. Nantinya tembok itu akan hancur dengan izin Allah sehingga Ya’juj dan Ma’juj akan menyerbu bangsa-bangsa yang berdekatan dengan mereka bahkan penduduk bumi baik di wilayah timur maupun barat.
Sumber : QS Al-Kahfi :83-98, Al-Majmu’atul kaamilatu lilmuallafat juz 8 hal.397-401 karya Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Taisir Karimirrahman hal 485-487
Dahulu hidup seorang raja yang sholeh. Namanya Dzulqornain. Allah telah memberinya kekuasaan di muka bumi. Dan Allah juga telah memberinya jalan untuk mencapai segala sesuatu. sehingga dengan semua itu banyak negeri yang ditaklukkannya.
Allah memberinya pasukan yang banyak. Bersama pasukannya itu ia menaklukkan daerah Afrika sampai pedalamannya. Hingga mencapai bagian paling barat sebuah samudra.
Dzulqornain mampu mencapai sebuah tempat saat matahari tenggelam. Di sini ia menemukan suatu bangsa, yang penduduknya sebagian muslim dan sebagian kafir. Sebagian mereka orang-orang yang baik dan sebagiannya jahat.
Setelah beberapa perjalanan ia tiba di suatu tempat yang berada di antara dua deretan gunung yang tinggi. Di tempat itu hidup sebuah bangsa yang hampir tidak mengerti suatu pembicaraan. Karena asingnya bahasa mereka, dan sulitnya mereka mengerti bahasa bangsa lain. Bangsa itu berkata, “Wahai Dzulqornain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj adalah orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi. Maka bisakah kami memberi bayaran kepadamu agar kamu membuat tembok antara kami dan mereka?”
Dzulqornain menyanggupinya. Setelah itu Dzulqornain mulai menerangkan kepada bangsa itu tentang tata cara membuat tembok serta alat-alat yang dibutuhkan Dzulqornain berkata, “Beri aku potongan – potongan besi!!” Kemudian mereka menumpuk potongan-potongan besi tersebut di antara kedua deretan gunung tersebut. Dulqornain kemudian berkata, “Tiuplah api”Hingga ketika besi itu sudah menjadi merah seperti api Dzulqornain berkata, “Beri aku tembaga mendidih agar aku tuangkan ke atas besi panas itu !” Lalu tembaga yang mendidih itu dituangkan di antara potongan-potongan besi sehingga bagian yang satu dengan yang lainnya merekat dan bersambung dengan kedua deretan itu.
Dengan demikian, Ya’juj dan Ma’juj tidak bisa mendaki tembok tersebut. Dan tidak bisa pula melubanginya. Dulqornain berkata, “Ini adalah rahmat dari Rabbku”
Maka Ya’juj dan Ma’juj yang jahat itu terkurung dalam tembok itu sampai suatu waktu yang telah ditentukan oleh Allah. Nantinya tembok itu akan hancur dengan izin Allah sehingga Ya’juj dan Ma’juj akan menyerbu bangsa-bangsa yang berdekatan dengan mereka bahkan penduduk bumi baik di wilayah timur maupun barat.
Sumber : QS Al-Kahfi :83-98, Al-Majmu’atul kaamilatu lilmuallafat juz 8 hal.397-401 karya Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Taisir Karimirrahman hal 485-487
TERBUNUHNYA DAJJAL
TERBUNUHNYA DAJJAL
Dajjal adalah seorang manusia, di akhir jaman ia akan membawa fitnah yang sangat dahsyat. Ia seorang pemuda yang sangat keriting rambutnya. Matanya agak keluar, dan buta sebelah. Di dahinya tertulis (ka fa ra), yang bisa membacanya kelak hanyalah orang-orang yang beriman saja. Dia akan keluar pada akhir jaman, dan akan muncul diantara negeri Syam dan Irak. Maka ia akan mengacau ke kanan dan ke kiri.
Dajjal keluar membawa api dan air. Adapun yang dilihat manusia sebagai air, maka itu adalah api yang membakar. Sedangkan yang terlihat manusia sebagai api, maka sesungguhnya itu adalah air yang dingin dan manis rasanya.
Tidak satu negeripun, melainkan akan diinjak oleh Dajjal kecuali Mekkah dan Madinah. Dajjal akan tinggal di bumi selama empat puluh hari. Sehari yang lamanya seperti satu tahun, sehari yang lamanya seperti satu bulan, dan sehari yang lamanya satu minggu. Hari-hari lainnya seperti hari-hari yang biasa. Dajjal bergerak cepat sekali.Seperti gerakan hujan yang didorong maju oleh angina.
Lantas ia mendatangi suatu kaum dan menyeru mereka. Maka kaum ituun mengimaninya. Kemudian ia menyuruh langit agar menurunkan hujan, dan menyuruh bumi agar mengeluarkan tumbuhan. Sehingga ternak para penggembala mereka gemuk-gemuk dan banyak air susunya.
Selanjutnya Dajjal pergi kepada kaum yang lain dan menyeru mereka. Akan tetapi kaum itu menolak seruan Dajjal. Maka Dajjal pun meninggalkan mereka. Seketika daerah kaum itu menjadi kering. Hingga tak tersisa harta mereka sedikitpun.
Kemudian ia berjalan di daerah reruntuhan, Dajjal berkata kepada tempat itu, “Keluarkanlah simpanan (harta)mu!” maka keluarlah simpanan (harta) tempat itu dan mengikuti Dajjal seperti raja lebah yang diiringioleh pasukannya.
Kemudian ia memanggil seorang pemuda belia. Maka dipenggallah pemuda itu dengan pedang. Dipotongnya menjadi dua bagian dan kedua potongan itu terlempar dalam jarak tertentu. Dajjal kemudian memanggilnya, dan pemuda yang dipanggilnya itu datang dengan muka yang berseri-seri sambil tertawa. Dalam keadaan seperti itu Allah kemudian mengutus Al-Masih (Nabi Isa) bin Maryam.
Nabi Isa turun di sisi menara putih di sebelah timur negeri Damaskus. Kedua tangannya diletakkan di antara sayap-sayap dua malaikat. Bila Nabi Isa menundukkan kepala, maka keluarlah tetesan air.
Dan bila ia mengangkat kepala maka mengalirlah butiran-butiran air sperti mutiara (karena sangat bening). Setiap orang kafir yang mencium bau nafasnya pasti mati.
Nabi Isa ‘alaihissalam kemudian mengejar dajjal yang jahat. Ditemukannya Dajjal di Bab Ludd (daerah Palestina). Lantas beliau pun membunuh Dajjal, orang yang telah membuat kerusakan di muka bumi.
Sumber : Hadist riwayat Bukhori dan Muslim, sebagiannya hanya riwayat Muslim dalam Riyadhus Sholihin no. 1808, 1809, 1811, 1818
Dajjal adalah seorang manusia, di akhir jaman ia akan membawa fitnah yang sangat dahsyat. Ia seorang pemuda yang sangat keriting rambutnya. Matanya agak keluar, dan buta sebelah. Di dahinya tertulis (ka fa ra), yang bisa membacanya kelak hanyalah orang-orang yang beriman saja. Dia akan keluar pada akhir jaman, dan akan muncul diantara negeri Syam dan Irak. Maka ia akan mengacau ke kanan dan ke kiri.
Dajjal keluar membawa api dan air. Adapun yang dilihat manusia sebagai air, maka itu adalah api yang membakar. Sedangkan yang terlihat manusia sebagai api, maka sesungguhnya itu adalah air yang dingin dan manis rasanya.
Tidak satu negeripun, melainkan akan diinjak oleh Dajjal kecuali Mekkah dan Madinah. Dajjal akan tinggal di bumi selama empat puluh hari. Sehari yang lamanya seperti satu tahun, sehari yang lamanya seperti satu bulan, dan sehari yang lamanya satu minggu. Hari-hari lainnya seperti hari-hari yang biasa. Dajjal bergerak cepat sekali.Seperti gerakan hujan yang didorong maju oleh angina.
Lantas ia mendatangi suatu kaum dan menyeru mereka. Maka kaum ituun mengimaninya. Kemudian ia menyuruh langit agar menurunkan hujan, dan menyuruh bumi agar mengeluarkan tumbuhan. Sehingga ternak para penggembala mereka gemuk-gemuk dan banyak air susunya.
Selanjutnya Dajjal pergi kepada kaum yang lain dan menyeru mereka. Akan tetapi kaum itu menolak seruan Dajjal. Maka Dajjal pun meninggalkan mereka. Seketika daerah kaum itu menjadi kering. Hingga tak tersisa harta mereka sedikitpun.
Kemudian ia berjalan di daerah reruntuhan, Dajjal berkata kepada tempat itu, “Keluarkanlah simpanan (harta)mu!” maka keluarlah simpanan (harta) tempat itu dan mengikuti Dajjal seperti raja lebah yang diiringioleh pasukannya.
Kemudian ia memanggil seorang pemuda belia. Maka dipenggallah pemuda itu dengan pedang. Dipotongnya menjadi dua bagian dan kedua potongan itu terlempar dalam jarak tertentu. Dajjal kemudian memanggilnya, dan pemuda yang dipanggilnya itu datang dengan muka yang berseri-seri sambil tertawa. Dalam keadaan seperti itu Allah kemudian mengutus Al-Masih (Nabi Isa) bin Maryam.
Nabi Isa turun di sisi menara putih di sebelah timur negeri Damaskus. Kedua tangannya diletakkan di antara sayap-sayap dua malaikat. Bila Nabi Isa menundukkan kepala, maka keluarlah tetesan air.
Dan bila ia mengangkat kepala maka mengalirlah butiran-butiran air sperti mutiara (karena sangat bening). Setiap orang kafir yang mencium bau nafasnya pasti mati.
Nabi Isa ‘alaihissalam kemudian mengejar dajjal yang jahat. Ditemukannya Dajjal di Bab Ludd (daerah Palestina). Lantas beliau pun membunuh Dajjal, orang yang telah membuat kerusakan di muka bumi.
Sumber : Hadist riwayat Bukhori dan Muslim, sebagiannya hanya riwayat Muslim dalam Riyadhus Sholihin no. 1808, 1809, 1811, 1818
7 TAHUN SETELAH KEMATIAN DAJJAL
7 TAHUN SETELAH KEMATIAN DAJJAL
Setelah matinya Dajjal, manusia kemudian hidup dengan damai selama 7 tahun. Tidak ada permusuhan di antara mereka. Sampai akhirnya Allah mengutus angin yang sejuk dari arah Syam. Maka setiap orang yang di dalam hatinya memiliki kebaikan dan iman walaupun seberat biji sawi, akan dicabut nyawanya. Sampai-sampai seandainya seseorang masuk ke tengah gunung niscaya angin itu akan mengejar dan mencabut nyawanya.
Maka tinggallah orang-orang yang jahat di muka bumi. Mereka hidup seperti burung (berlomba dalam kejahatan) dan berjiwa seperti binatang buas yang saling bermusuhan dan mendholimi. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak menolak syaithon di tengah-tengah mereka, ia berkata, “Tidakkah kalian menyambutku?” Mereka bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami?”
Maka syaithon memerintahkan mereka agar menyembah berhala. Padahal ketika itu mereka mendapat rizki yang terus mengalir dan kehidupan mereka makmur sekali. Kemudian ditiuplah sangkakala tanda hari kiamat telah datang. Tidak seorangpun mendengarnya melainkan mengalihkan perhatian dan mengangkat kepala.
Orang yang pertama kali mendengarnya adalah orang yang sedang memperbaiki telaga ontanya. Maka orang itu kemudian mati. Selanjutnya mati pula seluruh manusia. Kemudian Allah menurunkan hujan gerimis. Maka tumbuhlah jasad-jasad manusia karenanya (kembali ke asal penciptaannya). Kemudian ditiuplah sangkakala untuk kedua kalinya. Saat itu bangkitlah manusia untuk menunggu (keputusan Allah). Kemudian dikatakan “Wahai sekalian manusia marilah menghadap Rabb kalian. Tegakkan mereka karena mereka kan ditanya oleh Allah”
Kemudian dikatakan, “Keluarkanlah bagian untuk menjadi penghuni neraka.”
Terdengar jawaban “Berapa” “Dari setiap seribu orang sembilan ratus sembilan puluh sembilan untuk jadi bagian penghuni neraka”
Maka itulah hari kiamat yang membuat anak kecil segera beruban (putih rambutnya), dan pada hari itu terbukalah segala kedahsyatan.
Sumber : Hadist Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, riwayat Muslim dalam Riyadhus Sholihin No.1810
Setelah matinya Dajjal, manusia kemudian hidup dengan damai selama 7 tahun. Tidak ada permusuhan di antara mereka. Sampai akhirnya Allah mengutus angin yang sejuk dari arah Syam. Maka setiap orang yang di dalam hatinya memiliki kebaikan dan iman walaupun seberat biji sawi, akan dicabut nyawanya. Sampai-sampai seandainya seseorang masuk ke tengah gunung niscaya angin itu akan mengejar dan mencabut nyawanya.
Maka tinggallah orang-orang yang jahat di muka bumi. Mereka hidup seperti burung (berlomba dalam kejahatan) dan berjiwa seperti binatang buas yang saling bermusuhan dan mendholimi. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak menolak syaithon di tengah-tengah mereka, ia berkata, “Tidakkah kalian menyambutku?” Mereka bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami?”
Maka syaithon memerintahkan mereka agar menyembah berhala. Padahal ketika itu mereka mendapat rizki yang terus mengalir dan kehidupan mereka makmur sekali. Kemudian ditiuplah sangkakala tanda hari kiamat telah datang. Tidak seorangpun mendengarnya melainkan mengalihkan perhatian dan mengangkat kepala.
Orang yang pertama kali mendengarnya adalah orang yang sedang memperbaiki telaga ontanya. Maka orang itu kemudian mati. Selanjutnya mati pula seluruh manusia. Kemudian Allah menurunkan hujan gerimis. Maka tumbuhlah jasad-jasad manusia karenanya (kembali ke asal penciptaannya). Kemudian ditiuplah sangkakala untuk kedua kalinya. Saat itu bangkitlah manusia untuk menunggu (keputusan Allah). Kemudian dikatakan “Wahai sekalian manusia marilah menghadap Rabb kalian. Tegakkan mereka karena mereka kan ditanya oleh Allah”
Kemudian dikatakan, “Keluarkanlah bagian untuk menjadi penghuni neraka.”
Terdengar jawaban “Berapa” “Dari setiap seribu orang sembilan ratus sembilan puluh sembilan untuk jadi bagian penghuni neraka”
Maka itulah hari kiamat yang membuat anak kecil segera beruban (putih rambutnya), dan pada hari itu terbukalah segala kedahsyatan.
Sumber : Hadist Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, riwayat Muslim dalam Riyadhus Sholihin No.1810
Langgan:
Entri (Atom)



